Assalamu’alaikum WR. WB
A.
Pengertian shalat tahajjud
Tahajjud bersal dari kata hajada
yang artinya tidur pada malam hari. Hajada juga bisa berarti mengerjakan shalat
pada malam hari. Mutahajjid adalah orang yang mengerjakan shalat malam hari
setelah tidur terlebih dahulu.
B.
Hukum shalat tahajjud
Hukum mengerjakan sholat tahajjud
adalah sunnah muakadah. Hal ini telah didasarkan pada Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma ulama’.
Allah berfirman dalam menjelaskan
sifat-sifat ibadurrahman (hamba-hamba Allah yang maharahman) yang bunyi
artinya:
“Dan orang-orang yang melalui malam
hari dengan bersujud dan brdiri kepada Tuhan mereka.” (QS. Al-Furqaan (25): 64).
Dia juga berfirman dalam
menjelaskan sifat orang-orang yang bertaqwa yang bunyi artinya:
“Mereka sedikit sekali tidur pada
malam hari; dan pada waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS.
Adz-Dzaariyaat (51): 17-18)
Dia juga berfirman dalam
menjelaskan orang-orang yang memiliki keimanan sempurna yang bunyi artinya:
“Lambung mereka jauh dari tempat
tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap dan
mereka manafkahkan sebagian dari rizki yang telah kami berikan kepada mereka.
Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu
(bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan atas
apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah (32): 16-17)
Allah telah menyifati orang-orang
yang memiliki keimanan yang sempurna yang mau mengerjakan shalat tahajjud
sbagai orang yang berilmu dan akan meninggalkan derajat mereka melebihi manusia
lainnya. Allah berfirman yang bunyi artinya:
“(apakah kalian, hai orang-orang
musyrik, yang lebih beruntung) atauhkah orang yang beribadah pada waktu malam
dengan sujud dan berdiri,sedang ia takut keapada (adzab) akhirat dan
mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: ‘adakah sama orang-orang yang
mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ sesungguhnya hanya orang
yang barakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Q.S Az-Zumar (39): 9)
Karena begitu utamanya shalat tahajjud, Allah
sampai berfirman kepada Nabi-Nya yang bunyi artinya:
“Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad),
bangunlah (untuk menunaikan shalat) pada malam hari, kecuali hanya sedikit
waktu (darinya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit
tau lebihi dari seperdua itu; dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan
(QS. Al-Muzzammil (73): 1-4)
“Dan pada sebagian malam bershalat tahajjud
kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, niscaya Tuhanmu akan mengangkatmu ke
tempat yang terpuji.” (QS. Al-Israa’ (17): 79)
“Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an
kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur, maka bersabarlah engkau untuk
(melaksanakan) ketetapan Tuhanmu dan janganlah engkau mengikuti orang yang
berdosa atau orang yang kafir diantara mereka. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada
(waktu) pagi dan petang dan pada sebagian malam sujudlah engkau kepada-Nya dan
kerjakanlah sahalat sunnah kepada-Nya dalam waktu yang lama pada malam hari.”
(QS Al-Insaan (76): 23-26)
C. Keutamaan shalat Tahajjud
Shalat
tahajjud memiliki keutamaan yang besar. Hal ini dikarenakan adanya beberapa hal
berikut ini :
1.
Nabi SAW senantiasa mengerjakannya
hingga telapak kaki beliau pecah-pecah (saking lamanya beliau berdiri). Hal ini
sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits ‘Aisyah bahwa Nabi SAW mengerjakan shalat
malam sampai keua telapak kakinya pecah-pecah. ‘Aisyah lalu berkata : “mengapa
engkau melakukan yang demikian, wahai Rasulullah, padahal semua dosa engkau,
baik yang telah beralu maupun yang belum terjadi sudah dijamin akan diampuni
Allah ?” Beliau menjawab:
“Tidak bolehkan jika
aku senang amenjadi seorang hamba yang abnyak bersyukur.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
2. Shalat tahajjud termasuk faktor
paling dominan yang akan mengantarkan seseorang masuk surga.
3. Shalat tahajud termasuk faktor
yang akan mengantarkan seseorang meraih derajat tinggi di surga.
4. Orang yang senantiasa mengerjakan
shalat tahajjud berhak mendapatkan rahmat Allah dan surga-Nya.
5. Orang yang senantiasa mengerjakan
shalat tahajjud mendapat pujian dari Allah dan digolongkan-Nya termasuk para
hamba-Nya yang berbakti, yakni ibaadurrahmaan. Dia berfirman yang bunyi
artinya:
“Dan orang-orang yang melalui
malam hari dengan bersujud dan berdiri kepada Tuhan mereka.” (QS Al-Furqaan
(25): 64)
6. Orang yang senantiasa mengerjakan
shalat tahajjud dipersaksikan Allah sebagai hamba yang sempurna imannya.
7. Orang yang senantiasa mengerjakan
shalat tahajjud diberi sifat tersendiri oleh Allah dan dibedakan-Nya dengan
selain mereka.
8. Shalat tahajjud menjadi sebab
dihapusnya dosa dan penghalang dari berbuat dosa.
9. Merupakan shalat yang paling utama
setelah shalat fardhu.
10. Kemuliaan bagi orang mukmin.
Wassalamualaikum WR. WB.
Alhamdulillah bermanfaat sekali.
BalasHapus