Minggu, 10 Januari 2016

shalat tahajjud




Assalamu’alaikum WR. WB

   
A.      Pengertian shalat tahajjud
            Tahajjud bersal dari kata hajada yang artinya tidur pada malam hari. Hajada juga bisa berarti mengerjakan shalat pada malam hari. Mutahajjid adalah orang yang mengerjakan shalat malam hari setelah tidur terlebih dahulu.
B.      Hukum shalat tahajjud
          Hukum mengerjakan sholat tahajjud adalah sunnah muakadah. Hal ini telah didasarkan pada   Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma ulama’.
Allah berfirman dalam menjelaskan sifat-sifat ibadurrahman (hamba-hamba Allah yang maharahman) yang bunyi artinya:
“Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan brdiri kepada Tuhan mereka.”    (QS. Al-Furqaan (25): 64).
Dia juga berfirman dalam menjelaskan sifat orang-orang yang bertaqwa yang bunyi artinya:
“Mereka sedikit sekali tidur pada malam hari; dan pada waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz-Dzaariyaat (51): 17-18)
Dia juga berfirman dalam menjelaskan orang-orang yang memiliki keimanan sempurna yang bunyi artinya:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap dan mereka manafkahkan sebagian dari rizki yang telah kami berikan kepada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka, yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah (32): 16-17)
Allah telah menyifati orang-orang yang memiliki keimanan yang sempurna yang mau mengerjakan shalat tahajjud sbagai orang yang berilmu dan akan meninggalkan derajat mereka melebihi manusia lainnya. Allah berfirman yang bunyi artinya:
“(apakah kalian, hai orang-orang musyrik, yang lebih beruntung) atauhkah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri,sedang ia takut keapada (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: ‘adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ sesungguhnya hanya orang yang barakallah yang dapat menerima pelajaran.” (Q.S Az-Zumar (39): 9)


               Karena begitu utamanya shalat tahajjud, Allah sampai berfirman kepada Nabi-Nya yang bunyi artinya:
           “Hai orang-orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk menunaikan shalat) pada malam hari, kecuali hanya sedikit waktu (darinya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit tau lebihi dari seperdua itu; dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan (QS. Al-Muzzammil (73): 1-4)
         “Dan pada sebagian malam bershalat tahajjud kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, niscaya Tuhanmu akan mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Israa’ (17): 79)
          “Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur, maka bersabarlah engkau untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu dan janganlah engkau mengikuti orang yang berdosa atau orang yang kafir diantara mereka. Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang dan pada sebagian malam sujudlah engkau kepada-Nya dan kerjakanlah sahalat sunnah kepada-Nya dalam waktu yang lama pada malam hari.” (QS Al-Insaan (76): 23-26)

  C. Keutamaan shalat Tahajjud
           Shalat tahajjud memiliki keutamaan yang besar. Hal ini dikarenakan adanya beberapa hal berikut  ini :
        1.       Nabi SAW senantiasa mengerjakannya hingga telapak kaki beliau pecah-pecah (saking lamanya beliau berdiri). Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam Hadits ‘Aisyah bahwa Nabi SAW mengerjakan shalat malam sampai keua telapak kakinya pecah-pecah. ‘Aisyah lalu berkata : “mengapa engkau melakukan yang demikian, wahai Rasulullah, padahal semua dosa engkau, baik yang telah beralu maupun yang belum terjadi sudah dijamin akan diampuni Allah ?” Beliau menjawab:
“Tidak bolehkan jika aku senang amenjadi seorang hamba yang abnyak bersyukur.” (HR. Bukhari dan Muslim)
       2.   Shalat tahajjud termasuk faktor paling dominan yang akan mengantarkan seseorang masuk surga.
       3.   Shalat tahajud termasuk faktor yang akan mengantarkan seseorang meraih derajat tinggi di surga.
       4.   Orang yang senantiasa mengerjakan shalat tahajjud berhak mendapatkan rahmat Allah dan surga-Nya.
       5.   Orang yang senantiasa mengerjakan shalat tahajjud mendapat pujian dari Allah dan digolongkan-Nya     termasuk para hamba-Nya yang berbakti, yakni ibaadurrahmaan. Dia berfirman yang bunyi artinya:
“Dan orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri kepada Tuhan mereka.” (QS Al-Furqaan (25): 64)
      6.  Orang yang senantiasa mengerjakan shalat tahajjud dipersaksikan Allah sebagai hamba yang sempurna imannya.
      7.   Orang yang senantiasa mengerjakan shalat tahajjud diberi sifat tersendiri oleh Allah dan dibedakan-Nya dengan selain mereka.
      8.   Shalat tahajjud menjadi sebab dihapusnya dosa dan penghalang dari berbuat dosa.
      9.   Merupakan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu.
     10. Kemuliaan bagi orang mukmin.


Wassalamualaikum WR. WB.







1 komentar: