Assalamu’alaikum WR. WB
SHALAT SUNNAH HAJAT.
Teman-teman tahu engga apa itu
shalat sunnah hajat?, hukum dan kedudukan shalat sunnah hajat? Kalo masih belum
tahu saya akan bahas sekarang ya.
A.
Pengertian
shalat sunnah hajat
Shalat sunnah hajat adalah shalat
yang dikerjakan agar apa yang menjadi keinginannya, cita-citanya, atau hajatnya
dikabulkan atau dimudahkan oleh Allah SWT. Wah pasti teman-teman inginkan kalo
semua cita-citanya terwujud? Maka dari itu kita sebagai seorang muslim
muslimah, lebih perbanyaklah untuk melakukan shalat sunnahnya yang diantaranya
yang sekarang kita bahas ini yaitu shalat sunnah hajat.
Hajat atau keinginan yang
dimaksudkan dalam hal ini tentu saja berkaitan dengan sesuatu yang baik dan memberi
faedah, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Demikian juga keinginan itu
tidak lepas dari tujuan utama yaitu mendekatkan diri kepada Allah, karena
bagaimanapun itulah tujuan manusia hidup di dunia ini.
Dalam Al-Qur’an sendiri banyak
menganjurkan agar dalam hidup dan kehidupan sehari-hari selaku orang yang
beriman, sewajarnyalah bertolong-tolong dengan kebaikan, bukan malah
sebaliknya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Maidah ayat 2 yang bunyi
artinya:
“Tolong menolonglah kamu dalam
berbuat kebajikan dan bertaqwa, serta janganlah tolong menolong dalam hal dosa
dan kejahatan”. (QS. Al-Maidah : 2)
Berarti cukup jelas bagi seseorang
muslim yang beriman kalau apa yang menjadi hajat atau keinginannya itu haruslah
sesuatu kebaikan, demikian juga jika dia menghajatkan sesuatu untuk orang lain,
seperti keluarga, sahabat atau orang lain yang sama sekali tidak mempunyai
talian apapun dengan dirinya.
Sebaliknya keinginan itu tidak
boleh menjurus kepada hal-hal yang dapat membinasakan atau hal-hal yang
dilarang oleh Allah SWT
.
B.
Hukum dan kedudukan shalat sunnah hajat
Selain sahalat fardhu, maka
shalat hajat hukumnya sunnat muakkad dan akan diberi ganjaran pahala bagi
mereka yang melaksanakannya.
Meskipun shalat sunnah, akan
tetapi mengingat betapa pentingnya posisi ibadah shalat dlam kehidupan
sehari-hari sebagai tiangnya agama. Artinya bagai mereka yang senantiasa
mendirikan shalat dengan khusyu’ atau memperbanyak sujudnya, maka terjagalah
kekokohannya agamanya.
Rasulullah bersabda yang bunyi
artinya:
“Shalat itu adalah tiang agama,
maka barang siapa mendirikan shalat, berarti ia telah menegakkan agama. Sebaliknya,
barang siapa meninggalkan shalat, berarti ia telah meruntuhkan fondasi agama.”
Begitu pentingnya posisi shalat
itu, maka ibadah shalat itu juga mempunyai kedudukan yang sangat menentukan
bagi diterima atau tidaknya amal manusia. Hal ini dinyatakan dalam sebuah
hadits Rasulullah yang bunyi artinya:
“Sesungguhnya amal manusia yang
paling pertama kali dihisab (diperiksa) pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika
shalatnya diterima, maka diterima pula amalnya yang lain. Dan jika shalatnya
ditolak, maka ditolak pula amalnya yang lain (HR. Thabrani)
C.
Raka’at
shalat sunnah hajat
Shalat sunnah hajat sedikitnya
dikerjakan dua raka’at dan sebanyak-banyaknya dikerjakan dua belas raka’at
dengan setiap dua raka’at satu kali salam. Shalat sunnha hajat boleh dikerjakan
pada siang hari atau malam hari, tetapi lebih baik dikerjakan pada malam hari.
Wassalamualaikum WR. WB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar