Selasa, 19 Januari 2016

shalat sunnah hajat



Assalamu’alaikum WR. WB


SHALAT SUNNAH HAJAT.

Teman-teman tahu engga apa itu shalat sunnah hajat?, hukum dan kedudukan shalat sunnah hajat? Kalo masih belum tahu saya akan bahas sekarang ya.

A.      Pengertian shalat sunnah hajat
Shalat sunnah hajat adalah shalat yang dikerjakan agar apa yang menjadi keinginannya, cita-citanya, atau hajatnya dikabulkan atau dimudahkan oleh Allah SWT. Wah pasti teman-teman inginkan kalo semua cita-citanya terwujud? Maka dari itu kita sebagai seorang muslim muslimah, lebih perbanyaklah untuk melakukan shalat sunnahnya yang diantaranya yang sekarang kita bahas ini yaitu shalat sunnah hajat.

Hajat atau keinginan yang dimaksudkan dalam hal ini tentu saja berkaitan dengan sesuatu yang baik dan memberi faedah, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Demikian juga keinginan itu tidak lepas dari tujuan utama yaitu mendekatkan diri kepada Allah, karena bagaimanapun itulah tujuan manusia hidup di dunia ini.

Dalam Al-Qur’an sendiri banyak menganjurkan agar dalam hidup dan kehidupan sehari-hari selaku orang yang beriman, sewajarnyalah bertolong-tolong dengan kebaikan, bukan malah sebaliknya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Maidah ayat 2 yang bunyi artinya:

“Tolong menolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan bertaqwa, serta janganlah tolong menolong dalam hal dosa dan kejahatan”. (QS. Al-Maidah : 2)

Berarti cukup jelas bagi seseorang muslim yang beriman kalau apa yang menjadi hajat atau keinginannya itu haruslah sesuatu kebaikan, demikian juga jika dia menghajatkan sesuatu untuk orang lain, seperti keluarga, sahabat atau orang lain yang sama sekali tidak mempunyai talian apapun dengan dirinya.

Sebaliknya keinginan itu tidak boleh menjurus kepada hal-hal yang dapat membinasakan atau hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT
.
B.       Hukum dan kedudukan shalat sunnah hajat

Selain sahalat fardhu, maka shalat hajat hukumnya sunnat muakkad dan akan diberi ganjaran pahala bagi mereka yang melaksanakannya.

Meskipun shalat sunnah, akan tetapi mengingat betapa pentingnya posisi ibadah shalat dlam kehidupan sehari-hari sebagai tiangnya agama. Artinya bagai mereka yang senantiasa mendirikan shalat dengan khusyu’ atau memperbanyak sujudnya, maka terjagalah kekokohannya agamanya.
Rasulullah bersabda yang bunyi artinya:

“Shalat itu adalah tiang agama, maka barang siapa mendirikan shalat, berarti ia telah menegakkan agama. Sebaliknya, barang siapa meninggalkan shalat, berarti ia telah meruntuhkan fondasi agama.”

Begitu pentingnya posisi shalat itu, maka ibadah shalat itu juga mempunyai kedudukan yang sangat menentukan bagi diterima atau tidaknya amal manusia. Hal ini dinyatakan dalam sebuah hadits Rasulullah yang bunyi artinya:

“Sesungguhnya amal manusia yang paling pertama kali dihisab (diperiksa) pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya diterima, maka diterima pula amalnya yang lain. Dan jika shalatnya ditolak, maka ditolak pula amalnya yang lain (HR. Thabrani)


C.      Raka’at shalat sunnah hajat
Shalat sunnah hajat sedikitnya dikerjakan dua raka’at dan sebanyak-banyaknya dikerjakan dua belas raka’at dengan setiap dua raka’at satu kali salam. Shalat sunnha hajat boleh dikerjakan pada siang hari atau malam hari, tetapi lebih baik dikerjakan pada malam hari.


Wassalamualaikum WR. WB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar